19 Mei 2021 13:58 wib

Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara kembali melaksanakan Sidang Promosi Doktor secara daring dan luring atas nama Sahrul Tanjung, Program Studi Pendidikan Islam pada Hari/Tanggal : Rabu, 19 Mei 2021, bertempat di Ruang Sidang Pascasarjana Lantai 2, Jl. IAIN No. 1, Medan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Dengan Judul Disertasi : "Konseling Islami dalam Penerapan Bimbingan Konseling Pola 17 Plus di Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) Sidapdap Simanosor Kecamatan Saipar Dolok Hole Kabupaten Tapanuli Selatan"

Bertindak sebagai Tim Pelaksana pada Sidang Promosi Doktor sebagai berikut:

Ketua Sidang  : Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution, MA

Sekretaris Sidang  : Dr. Phil. Zainul Fuad, MA

Penguji External : Prof. Dr. Abdul Munir, M. Pd. (UNIMED)

Penguji I  : Dr. Achyar Zein, M.Ag

Penguji II : Dr. Edi Saputra, M.Hum

Promotor/Penguji : Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, MA

Promotor/Penguji : Dr. Abdurrahman, M.Pd

Dr. Sahrul Tanjung adalah Doktor ke 396 Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Hasil  penelitian Disertasi Dr. Sahrul Tanjung menjelaskan bahwa program pola 17 plus bimbingan konseling yang telah diberi karakteristik Islami terlaksananya jenis layanan orientasi, layanan informasi, layanan penempatan dan penyaluran serta layanan penguasaan konten. Layanan tersebut dimasukkan atau infuse dalam proses pembelajaran, baik di dalam kelas maupun di luar kelas yang dilaksanakan guru atau ustad. Layanan bimbingan konseling pola 17 plus yang diberi karakteristik Islami terwadahi dalam tradisi pembelajaran yang dilaksanakan di pesantren. Selain itu karakteristik Islami yang melekat pada jenis-jenis layanan tersebut bukan dikarenakan pengetahuan, pemahaman atau latar belakang pendidikan guru/ustad sebagai guru bimbingan konseling, tapi karena legitimasi agama Islam yang mereka yakini. Temuan berikutnya bahwa karakteristik Islami pada pola 17 plus bimbingan konseling pada Pesantren Darul Mursyid bersifat triadic. Upaya pembinaan siswa yang termuat dalam layanan-layanan di atas dilakukan guru/ustad karena adanya rasa tanggung jawab untuk membantu/menolong siswa serta adanya keyakinan bahwa kerja-kerja tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada Allah (berdimensi tauhid). Faktor penghambat utama pelaksanaan layanan pola 17 plus bimbingan konseling Islami di Pesantren Darul Mursyid adalah pengaruh prestasi sekaligus prestise bidang sains. Program kejuaraan sains lebih diperioritaskan, sementara program pola 17 plus bimbingan konseling Islami lebih mengarah pada program suplemen/pelengkap.